Lahir dan kembali kepada tauhid Islam. Untuk saat ini tauhid banyak dicampuri oleh berbagai hal yang lain.  Tauhid ini rusak karena doktrin dien-dien atau ideologi-ideologi sesat nasionalis, sosialis, demokrasi, dan Pancasila. Itulah yang merusak tauhid. Akhirnya dalam mengamalkan Islam terjadi talbisul-haq bil-bathil, yaitu mencampuradukkan antara yang haq dengan yang bathil). Tauhid yang murni itu begini sikapnya hanya Islam, titik. Sikap inilah yang selama ini hilang. Dengan alasan demi persatuan, akhirnya menerima (paham di luar Islam, ed.) sehingga menjadi tidak karuan. Sampai ada istilah Muslim Pancasila, Muslim Demokrat, Muslim Sosialis, Muslim Nasionalis, dan seterusnya. Padahal Allah tidak menamakan Islam seperti itu, Allah hanya menamakan Muslim, titik! Oleh  karena itu, tolak semua yang di luar itu Islam, tanpa ada pertimbangan apapun!

Jadi, sejak awal merdeka, salahnya umat Islam dalam masalah tauhid itu. Mereka mau menerima dien di luar Islam yang dicampur dengan Islam, akhirnya yang rusak Islamnya. Ibarat air, air jernih kalau dicampur dengan air kotor, maka yang rusak adalah air jernih. Air jernih menjadi kotor, bukan air kotor yang jadi jernih. Sikap tauhid yang murni ini memang dibenci oleh Yahudi dan Nasrani, itulah yang dimaksud dalam Surat Al-Baqarah ayat 120:

"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka.”

Makna dan hakekat kalimat syahadah. Hakikat syahadat dan maknanya mencakup beberapa pengertian, yang akan kami uraikan sebagai berikut: Meng-Esakan Allah Tabaraka wa Ta’ala dalam beribadah (keterangan menyusul), seperti bertaqarrub dan berdo’a hanya kepadaNya saja. Berlepas Diri Dari Kemusyrikan dan Orang-orang Musyrik. Tidak mengambil hukum selain hukum Allah; Dia hanya menerima hukum tentang halal dan haram dari Allah, sehingga sesuatu yang halal adalah yang dihalalkan Allah dan yang haram adalah yang diharamkan Allah dan ajaran-ajaran agama adalah yang disyariatkan Allah, baik melalui Kitab SuciNya (Al-Qur’an) atau melalui sabda Nabi.

Implementasi tauhid dalam kehidupan. Tauhid adalah sebagai pembebasan ,  pengakuan, eksistensi manusia hanya dibawah Tuhan, hanya Tuhan yang mengetahui siapa yang lebih mulia diantara manusia dengan bukti ikrar kepada Allah, tidak menyekutukan Allah dengan alasan apapun itu sehingga membawa ketenangan dan kenyamanan dalam mengarungi hidup ini.

Menurut saya tauhid dan kembalinya kepada Islam yang murni harus diupayakan sebab pada zaman sekarang ini tauhid dan yang berhubungan dengan ketuhanan seakan-akan hanya menjadi pikiran para ulama saja, padahal harus menjadi pemikiran bersama agar tidak masuk kedalam aliran-aliran yang tidak jelas.

 

 


Comments




Leave a Reply